Cara merawat payudara ketika menyusui

Cara merawat payudara ketika menyusui
Cara merawat payudara ketika menyusui,- Mempunyai payudara yang sehat dan kencang adalah dambaan semua wanita, maka dari itu untuk anda yang mengalami payudara kendur setelah menyusui maka bisa diatasi dengan secara cepat menggunakan tips alami dibawah ini yang akan saya bahas secara detail.
Dikutip dari meetdoctor.com bahwa mengobati puting payudara dan daerah areola merupakan kewajiban bagi ibu yang sedang dalam masa menyusui eksklusif atau laktasi. Berbagai perubahan pada puting saat menyusui adalah kondisi yang normal terjadi, namun ada beberapa kondisi abnormal kadang-kadang tanpa disadari oleh ibu menyusui. Itulah sebabnya mengurus puting selama menyusui diperlukan untuk mencegah kondisi normal terjadi pada puting menyusui aktif.

Beberapa jenis perubahan yang dapat dialami puting selama menyusui meliputi:

✔ Beberapa hari setelah melahirkan, akan keluar kolostrum. Kolostrum konsistensi kekuningan dan lebih kental. Kolostrum ini sangat bermanfaat bagi bayi, Dalam dua sampai lima hari ke depan, maka tubuh untuk memproduksi ASI matang. Saat ASI matang terbentuk, maka payudara akan merasa kenyang dan lembut.
✔ Ketika menyusui telah dimulai, rasa penuh payudara akan berkurang. Anda mungkin merasa sensasi seperti sengatan selama menyusui bayi disebut sebagai ASI ejeksi refleks. Setelah lebih dari tujuh hari atau lebih menyusui, rasa penuh akan berkurang. Puting akan terlihat kembali seperti semula, seperti sebelum menyusui. Rasa penuh dan kosong sebelum dan sesudah menyusui adalah tanda Anda terus kondisi menyusui normal.

Masalah yang mungkin dialami oleh ibu menyusui dapat:

Nyeri 1.Rasa di puting pada awal laktasi. Jika bayi tidak makan posisi yang tepat, rasa sakit bisa timbul. Dengan memperbaiki posisi menyusui bayi, rasa sakit dapat dikurangi dan dihentikan. Untuk mengurangi rasa sakit, kompres puting dengan kain basah yang hangat juga dapat dilakukan.
Susu tersumbat 2.Saluran dapat menyebabkan benjolan yang menyakitkan di payudara. Saluran diblokir dapat terjadi karena payudara tidak sepenuhnya dikosongkan selama menyusui. Ketika bayi berhenti menyusui tapi menyusui harus terus, pijat dan meremas payudara untuk memaksimalkan pelepasan ASI. Pijat ini dapat membantu merangsang ASI saluran yang tersumbat.
Cara lain untuk mengatasi kondisi tersumbat adalah untuk memompa ASI yang tersisa setelah bayi selesai menyusui. Hindari penggunaan puncak yang terlalu ketat, ketat up bra bra underwire dapat menekan payudara.
 
✔ Payudara bengkak dan sakit terhalang oleh menumpuk susu. Jika Anda melewatkan waktu menyusui dan ASI tidak dikeluarkan, kendala ini dapat terjadi. Selalu mengosongkan ASI dengan cara sering menyusui bayi. Atasi dengan memberikan kompres dingin atau es untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
Payudara 4.Infeksi disebut mastitis yang dapat terjadi jika saluran susu tersumbat atau terhambat karena ASI terakumulasi. Kondisi payudara Mastitis ditandai dengan merah, bengkak dan sakit. Selain itu, wanita yang mengalami hal itu juga mungkin mengalami gejala seperti flu seperti demam, menggigil up. Kompres payudara dengan kompres panas untuk mengurangi rasa sakit. Ambil jenis obat NSAID seperti ibuprofen atau antibiotik juga dapat mengurangi gejala nyeri arthritis.
Untuk mencegah terjadi kondisi yang tidak normal dan menyakitkan bagi payudara selama masa menyusui, berikut ini perawatan dan tindakan yang harus dilakukan.
✔ Posisikan bayi dengan tepat untuk menyusui. Pastikan mulut mungil bayi menutupi seluruh bagian areola payudara, dan tidak hanya menutupi puting. Jika Anda merasa nyaman dan tidak merasa sakit, maka Anda sudah menyusui dengan benar. Posisi yang tepat juga membantu ASI keluar lebih maksimal dan mencegah masalah payudara menyusui lainnya.
✔ Cegah bayi menggigit. Gigi bayi yang tumbuh di usia tiga atau empat bulan dapat menyebabkan terjadinya gigitan. Untuk menghindarinya, segera lepas bayi yang sudah jatuh tertidur selama menyusui dengan menyelipkan jari kelingking ke salah satu sisis mulut. Jika bayi menggigit, tunjukkan ekspresi rasa sakit dan puji bayi yang tidak menggigit setelah menyusui untuk melatih fungsi kognitif bayi.
✔ Selalu jadwalkan kegiatan menyusui agar lebih teratur. ASI eksklusif perlu diberikan sebanyak delapan hingga 12 kali sehari. Bangunkan bayi di malam hari untuk menyusui dan Anda juga boleh memberikan ASI dari salah satu payudara atau keduanya dalam sekali sesi menyusui. Jika bayi hanya menyusu dari salah satu payudara, sesi berikutnya Anda perlu memberikan sisi payudara yang belum dikeluarkan ASI-nya.
Segera periksakan diri ke dokter jika ibu yang sedang menyusui mengalami demam, meriang, tubuh terasa sakit dan tidak bertenaga, payudara terasa panas, bengkak, keras, sakit dan berwarna kemerahan dan ASI yang terhalangi hingga lebih dari 24 jam. Selain itu, jika muncul benjolan yang terasa sakit jika disentuh disertai dengan rasa sakit pada puting yang tak kunjung hilang atau muncul luka dan pendarahan selama menyusui maupun saat tidak menyusui, maka inilah saatnya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Tags: Payudara Tips Kesehatan

Posting Terkait "Cara merawat payudara ketika menyusui"

Cara Mudah Cegah Penyakit Pancaroba Saat Pergantian Musim
Ladies, panas dalam tak boleh dibiarkan saja.
Obat Tulang Keropos
Cara Yang Ampuh Untuk Mengobati Tulang Keropos
Cara Mengobati pembengkakan pada testis
Mengalami pembengkakan pada testis? Buah kemaluan anda
Obat untuk membersihkan rahim karena keguguran
Mengalami keguguran? Bingung cara membersihkan rahim bagaimana?

Tinggalkan pesan "Cara merawat payudara ketika menyusui"